About ChiliQuERs

Selasa, 26 April 2011

EPIDEMIOLOGI DASAR

RUANG LINGKUP
SUBYEK & OBYEK EPIDEMIOLOGI

Masalah Kesehatan :
* Penyakit Infeksi/ menular
* Penyakit Non menular
* Masalah Kesehatan Lain :
‐ program KB
‐ program perbaikan lingk. Pemukiman
‐ program pengadaan& sarana pely. kesehatan
SASARAN : Populasi manusia
MENGUKUR & MENGANALISA FREKUENSI + PENYEBARAN
MASALAH KESEHATAN

EPIDEMILOGI : SEJARAH DAN BATASAN
ƒPENGGUNAAN EPIDEMIOLOGI
tidak terbatas pada kajian penyakit menular / wabah, meluas berbagai
bidang kajian baik pengetahuan kesehatan & kedokteran juga diluar bidang
tersebut.
ƒBATASAN EPIDEMILOGIÆ
tidak pernah dapat memberikan definisi yang sama, menyesuaikan dengan
perkembangan manuasia.
ƒJAMAN PRASEJARAH
Penyembuhan dengan ramuan sederhana dari bahan yang ada di alam.
ƒPERADABAN KUNO
INDIA (5000 SM –kitab suci Weda) sistem kedokteran ‘Ayurweda’ Science of
life.
DATARAN TIONGKOK (2700 SM) ÆKedokteran Kuno Mesir.
KUNO (1500 SM) Pengetahuan Kedokteran (medical manuscript).
YUNANI KUNO Aesculapius (dewa penyembuhan) anaknya ‘HYGIEA’
dipuja sebagai Dewi (Goddess) Kesehatan dan
kebersihan (HYGIENE). 

Lanjutan.  Sejarah
• HIPPOCRATES (460‐377SM)
Bp Kedokteran Modern kejadian penyakit karena
kontak dengan jasad hidup, penyakit berkaitan dengan
lingkungan eksternal dan internal
• INGGRIS (1775) saat terjadi wabah pes suatu
cabang ilmu kedokteran yang mengobati wabah
(epidemi dan logos)
• HIRSCH (1883) Gambaran kejadian, penyebaran jenis‐
jenis penyakit pada manusia saat tertentu di berbagai tempat di
bumi dan mengaitkan dengan kondisi eksternal.
• FROST(1927) Ilmu yang mempelajari
fenomena masal dari penyakit infeksi.

Lanjutan : sejarah
• GREENWOOD (1934) Pengetahuan tentang
penyebaran  (distribusi) penyakit atau kondisi dalam suatu
populasi dan faktor‐faktor yang mempengaruhi penyebaran tadi.
• MORIS (1967) Pengetahuan tentang sehat dan sakit dari
suatu penduduk.
• Taylor (1967) ÆStudi tentang sehat dan penyakit dari
suatu populasi tertentu.
• MACMAHON, PUGH & IPSEN (1970) Studi
tentang penyebaran dan penyebab frekuensi penyakit pada
manusia dan mengapa terjadi distribusi seperti itu.
• ABDEL R OMRAN (1974) Studi dari berbagai peristiwa
diantara kelompok di masayarakat.
• Epi = pada   demos = masyarakat    logos = ilmu/ pengetahuan

 LANJUTAN : SEJARAH
Epidemiologi : suatu studi tentang kejadian di masyarakat.
• LAST (1988) Ilmu tentang distribusi dan determinan –
determinan dari keadaan atau kejadian yang berhubungan
dengan kesehatan di dalam populasi tertentu, serta
penerapannya untuk mengendalikan masalah‐masalah
kesehatan.

EPIDEMIOLOGI
• THE STUDY OF THE DISTRIBUTION AND DETERMINANTS OF HEALTH-RELATED
STATES OR EVENTS IN SPECIFIED POPULATIONS, AND THE APPLICATION OF
THIS STUDY TO CONTROL OF HEALTH PROBLEMS (Last, 1988)
• Ilmu tentang distribusi dan determinan-determinan dari keadaan atau
kejadian yang berhubungan dengan kesehatan di dalam populasi
tertentu, serta penerapan dari ilmu ini guna mengendalikan masalah-
masalah kesehatan

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT (NATURAL
HISTORY OF DISEASE)
• Perkembangan secara alamiah suatu penyakit
(tanpa intervensi/ campur tangan medis) sehingga
suatu penyakit berlangsung secara natural.

PROSES PERJALANAN PENYAKIT SECARA UMUM DAPAT
DIBEDAKAN ATAS :
1. Tahap Pre Patogenesis (Stage of Susceptibility) 
2. Tahap Inkubasi (Stage of Presymtomatic Disease)
3. Tahap Penyakit Dini (Stage of Clinical Disease)
4. Tahap Penyakit Lanjut
5. Tahap Akhir Penyakit

RIWAYAT ALAMIAH PROSES TERJADINYA PENYAKIT PADA
MANUSIA
Fase pra‐patogenesis
Interaksi   Penyebab,Pejamu & Lingkungan   Stimulus
ebelum Org Mulai Sakit
Interaksi
ENYEBAB  PEJAMU
Penyakit Manusia
Faktor Lingk Stimulus Penyakit
• Fase Patogenesis
 Reaksi PEJAMU thd STIMULUS
Patogenesis Dini Perub. Dini yg msh kecil Penyakit lanjut Penyembuhan
Proses penyakit dalam badan manusia
Peny. Lanjut      Kematian
Peny. Dini  Penyembhn       Kronis
Ketdkmampuan
HORISON
KLINIS
Pemulihan
Patogenesis
Dini
Interaksi
PEJAMU & STIMULUS

1. TAHAP PRE PATOGENESIS (Stage of Susceptibility)
ÆTerjadi interaksi antara host –bibit penyakit –
lingkungan , interaksi di luar tubuh manusia
• Penyakit belum ditemukan daya tahan tubuh host masih
kuat, sudah terancam dengan adanya interaksi tersebut.
(tahap ini kondisi masih sehat)
2. TAHAP INKUBASI (Stage Of Presymtomatic Disease)
 Bibit penyakit sudah masuk ke dalam tubuh host,
gejala penyakit belum nampak.  Tiap penyakit
mempunyai masa inkubasi berbeda‐beda
beberapa jam, hari, minggu, bulan  sampai
bertahun‐tahun

TAHAP INKUBASI :
Dimulai dari masuknya bibit penyakit sampai sesaat
sebelum timbulnya gejala.
• Daya tahan tubuh tidak kuat, penyakit berjalan 
terus terjadi gangguan pada bentuk dan
fungsi tubuh, penyakit makin bertambah
hebat dan timbul gejala.
HORISON KLINIK :
Garis yang membatasi antara tampak atau
tidaknya gejala penyakit

UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT (Level of
Prevention)

• Mengambil tindakan terlebih dahulu sebelum kejadian
langkah‐langkah didasarkan data/ keterangan bersumber hasil
analisis/ pengamatan/ penelitian epidemiologi.
• PENCEGAHAN
3 : Primer, Sekunder & Tertier
5 (Five Level Of Prevention) :
* Health promotion(Upaya promosi Kesehatan)
* Specific protection(Upaya proteksi Kesehatan )
* Early diagnosis and promt treatment
(Upaya diagnosis dini & tindakan segera)
* Disability limitation (Upaya pemberantasan akibat buruk)
* Rehabilitation (Upaya pemulihan Kesehatan)

1.LEVEL OF PREVENTION
   UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT PES

• Health promotion menghindari kemunculan
dari/ adanya faktor resiko
• Masa Pra‐Kesakitan
• UPAYA PROMOSI KESEHATAN :
1.  Penyuluhan penduduk- meningkatkan
kesadaran terhadap kesehatan lingkungan
2.  Perbaikan rumah penduduk -tidak mudah
menjadi sarang tikus
3.  Pengendalian terhadap tikus dan pinjal

2. SPECIFIK PROTECTION
Upaya Proteksi Kesehatan

Bertujuan mengurangi / menurunkan
pengaruh penyebab serendah mungkin
• Vaksinasi penduduk daerah endemik, petugas
laboratorium dan perawat kesehatan
Dewasa 0,5 ml sub‐kutan                             
1ml setelah  10 ‐ 28 hari                       
Diulang setiap 6 bl 0,5 ml (Haffkin vaccine)
• Pengobatan pencegahan petugas Kesehatan 
Tetrasiklin 250 mg/ jam selam 1 minggu
• Sulfonamik 2 gr/ hari selama 1 minggu
• Sanitasi Lingkungan

3. EARLY DIAGNOSIS AND PROMT
    TREATMENT
Upaya diagnosis dini & tindakan segera

• Ditujukan pada penderita/ dianggap menderia
(suspect)/ terancam akan menderita
• Penemuan Kasus segera lapor kepada Dinas
Kesehatan setempat dalam waktu 24 jam
sejak diketahui

4. DISABILITY LIMITATION
Upaya Pemberantasan akibat buruk
(Pengobatan / Kurative)

• Mencegah meluasnya penyakit/ timbulnya wabah &
proses penyakit lebih lanjut.
*  Isolasi diduga terbukti menderita sampai
yang bersangkutan dinyatakan
sembuh/ Isolasi setelah 2 –4 hari
mendapat antibiotika
• Pengobatan dengan antibiotik
   Streptomisin 30 mg/ kg BB/ hari secara
    intramuscular 2 –4 x sehari.
Untuk anak‐anak 20 –30 mg/ kg BB / hari
Tetrasiklin diberikan pada hari ke 4 selama
10 –14 hari,
Dosis loading 15 mg/ kg BB/ hari dlm 4 x  
pemberian sampai hari pengobatan 10 –14
Kloramfenikol dosis 50 ‐75 mg/ kg BB/hari 
intravena 4 x pemberian selama 10 hari
Trimetoprim –sulfametoksazol
Sulfadiazin 12 g/ hari selama 4 ‐ 7 hari dosis 
awal 4 gdilanjutkan 2 g tiap jam sampai
tercapai suhu badan normal, 
diteruskan 500 mg tiap 4 jam sampai
hari 7–10.    
Penggunaan Sulfadiazuin disertai pemberian
Sodium Bikarbonat

5. REHABILITATION
Upaya Pemulihan Kesehatan (rehabilitasi)

• Usaha untuk mencegah terjadinya akibat samping
   daripenyembuhan penyakit & pengembalian fungsi fisik,
    psikologik dan sosial.
*   Pemberian makanan yang cukup gizi
*   Sesuai dengan Type
Contoh :
     Type Pneumonik latihan pernafasan
     Type Meningeal  therapi pekerjaan
      sekuele ( gejala sisa)

4. TINGKATAN PENCEGAHAN SCR UMUM :

a. Pencegahan Primordial (Primordial prevention)
b. Pencehan tingkat pertama (Primary prevention)
    Promosi kesehatan dan pencegahan khusus
c. Pencegahan tingkat kedua (secondary
     prevention) diagnosis dini serta pengobatan tepat.
d. Pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention)      
     pencegahan terhadap cacat dan rehabilitasi.

a. PENCEGAHAN PRIMORDIAL
• Tujuan : untuk menghindari kemunculan
  adanya faktor resiko
• Memerlukan peraturan yang tegas dari yang
  berwenang tidak melakukan hal‐hal yang
  beresiko timbulnya penyakit tertentu
• Contoh : Melarang menebang pohon
   banjir kejadian Diare

b. PENCEGAHAN TINGKAT PERTAMA
(Primary Prevention )

• Sasaran Faktor penyebab, Lingkungan
& Pejamu
Penyebab menurunkan pengaruh serendah mungkin
(desinfeksi, pasteurisasi, strerilisasi, penyemprotan
insektisida) memutus rantai penularan.
Lingkungan perbaikan lingkungan fisik air bersih, sanitasi
lingkungan & perumahan, dll
Pejamu perbaikan status gizi, status kesehatan, pemberian
imunisasi

c. PENCEGAHAN TINGKAT KEDUA 
(Secondary Prevention)

• Sasaran pada penderia / dianggap menderita
 (suspect) & terancam menderita
 Tujuan : diagnosis dini & pengobatan tepat
 (mencegah meluasnya penyakit/
  timbulnya wabah & proses penyakit
  lebih lanjut/ akibat samping &            
  komplikasi)
  Usaha pencarian penderita, pemeriksaan CPN,                
  pemberian chemoprophylakxis (Prepatogenesis /
  patogenesis penyakit tertentu.

d. PENCEGAHAN TINGKAT KETIGA
(Tertiary Prevention)

• Sasaran penderita penyakit tertentu
• Tujuan   mencegah jangan sampai
   mengalami cacat & bertambah
  parahnya penyakit juga kematian
  dan rehabilitasi( pengembalian
  kondisi fisik/ medis, mental/
  psikologis & sosial)

PENGERTIAN PENYAKIT MENULAR & TIDAK
MENULAR

• Penyakit Menular :
  Suatu keadaan sakit yang disebabkan 
  oleh suatu mikroorganisme/ racun yang
  dikeluarkan, ditularkan secara langsung /
  melalui perantara.
  Hubungan :  Host‐ Agent –Lingkungan
•Penyakit Non Menular :
  Dalam proses perkembangan penyakit tidak
  ditemukan Agent Biologis yg jelas.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Sip....

Anda Pengunjung ke

KUMOLINGUA Comunity

free counters